Peramban Tor – Apa itu, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Bagaimana Kaitannya dengan Penggunaan VPN?

Tor merupakan alat bantu yang sangat bagus untuk berselancar di web dengan aman dan rahasia. Penataannya mudah dan kami sangat menyarankan menggunakannya bersama-sama dengan VPN. Ada nuansa tertentu pada Tor yang sebaiknya Anda ketahui terutama tentang tindakan pencegahan yang perlu diambil ketika memakainya. Bagikan

Jika Anda tidak tahu apa itu Tor – dan jika Anda di sini, kemungkinannya adalah ya, Anda belum tahu – Anda datang ke tempat yang tepat. Tor adalah singkatan dari The Onion Router, dan kami sebentar lagi akan menjelaskan arti dari nama tersebut. Hal pertama yang perlu Anda ketahui bahwa Tor merupakan cara lain untuk menyembunyikan jejak internet Anda, tetapi berbeda sama sekali dengan VPN. Keduanya bisa dipakai bersama-sama, subjek lain yang akan kita bahas.

Mula-mulanya Tor dikembangkan oleh Angkatan Laut AS dengan tujuan untuk memproteksi komunikasi pemerintah AS selama operasi intelijen. Sekarang ini menjadi sebuah organisasi nirlaba yang tujuannya untuk meneliti dan mengembangkan perangkat privasi online. Singkatnya, jaringan Tor menyembunyikan identitas Anda dengan memindahkan lalu lintas internet Anda melalui server Tor yang berbeda, yang sebenarnya merupakan komputer orang lain.

 

Tor adalah pintu gerbang ke Deep Web, atau Dark Web, yang sebenarnya terdiri dari mayoritas dari internet. Analogi paling populer untuk menggambarkan apa yang bisa dicari oleh mesin pencari, dibandingkan dengan apa yang ada dalam Deep Web ibarat pucuk dari gunung es; bagian dari gunung es di bawah permukaan adalah deep web. Ini bisa jadi situs web yang tanpa sengaja tidak terdaftar pada mesin pencari mana saja, atau salah satu yang dengan sengaja tidak melakukan itu dengan satu atau lain alasan, sebagaimana dalam kasus pada Silk Road, pasar peredaran narkoba online yang sudah ditutup beberapa tahun yang lalu, yang tidak dapat diakses lewat peramban web biasa seperti google.
Tor juga sangat populer di kalangan jurnalis, serta para aktivis yang tingal atau bekerja di wilayah negara dengan internet dibatasi. Tor membantu mengatasi masalah sensor ini. Tor ini juga bagus bagi para penghembus kebobrokan seperti Edward Snowden yang merilis informasinya melalui Tor.

Bagaimana Cara Kerja Tor?

Untuk memakai Tor, Anda harus mengunduh dan memasang Tor Browser yang akan Anda gunakan sebagai pengganti Chrome, Firefox atau peramban apa pun yang biasanya Anda pakai. Apa pun yang Anda kerjakan pada peramban ini akan terbebas dari mata-mata yang mengintai milik pemerintah, peretas, Iklan Google dan iklan lainnya. Data Anda dibundel ke dalam paket-paket enkripsi sebelum data memasuki jaringan Tor. Setelah itu, Tor mencomot bagian dari header paket yang mencakup informasi seperti sumber, ukuran, tujuan dan waktu, yang semuanya dapat dipakai untuk mengetahui hal-hal tentang pengirimnya. Berikutnya, Tor mengenkripsi sisa dari informasi yang bisa dikerjakan oleh koneksi internet biasa. Akhirnya, data terenkripsi dikirimkan secara acak melalui banyak server (disebut relai), masing-masingnya didekripsi dan kemudian mengenkripsi ulang data sekadar cukup untuk mengetahui dari mana asalnya dan ke mana tujuan berikutnya. Lapisan alamat terenkripsi dipakai untuk anonimitas paket data yang dikirimkan melalui jaringan Tor seperti onion, demikian juga yang lainnya. Ilustrasi di bawah merupakan penjelasan yang bagus (sekalipun sangat sederhana) tentang cara kerja Tor.

.

 

Apa Kekurangannya?

Kelemahan terbesar dan dengan segera terlihat jelas atas Tor adalah kinerjanya. Berdasarkan fakta apabila data dilewatkan melalui banyak relai membuatnya sangat lemot, terutama yang menyangkut audio dan video. Perlu juga untuk diketahui kalau menggunakan Tor tidak menjamin Anda 100% tak terkalahkan. Malah, banyak yang yakin Tor termasuk lumayan mudah untuk diretas, karena simpul keluar (relai terakhir sebelum informasi Anda mencapai tujuannya) bisa melihat lalu lintas Anda bila situs yang sedang Anda akses tidak memakai SSL (mencari HTTPS dan bukan cuma HTTP). Di samping itu, para petugas pemerintah dapat melihat bila Anda menggunakan Tor, demikian juga mereka tidak dapat melihat apa yen tengah Anda kerjakan; itu berarti tanda bahaya bagi mereka.

 

Menggunakan Tor dengan VPN

Tor dan VPN dapat digunakan bersama-sama satu dengan yang lain, meskipun relasi keduanya sedikit rumit: Anda bisa menjalankan Tor-melalui-VPN atau VPN-melalui-Tor, dan ada perbedaan besar antara kedua susunan itu. Kita tidak akan membahasnya dengan terlalu mendetail, tetapi akan menjelaskan beberapa perbedaannya. Namun sebelum kita melakukannya, Anda sebaiknya mengetahui bahwa tidak peduli pengaturan yang Anda gunakan, itu akan cukup banyak mengurangi kinerja Anda, sebab Tor dan VPN keduanya menurunkan kecepatan internet, dan menggabungkan kedanya hanya akan semakin mempertegas efek ini.

Dalam Tor-melalui-VPN, hubungannya adalah komputer Anda > VPN > Tor > internet. Keuntungan pertama dari pengaturan ini adalah ISP Anda tidak akan mengetahui kalau Anda menggunakan Tor, meskipun tetap dapat diketahui kalau Anda sedang menggunakan VPN. Selain itu, simpul masuk Tor tidak akan melihat alamat IP Anda,  yang tentunya menjadi tambahan lapisan keamanan. Kelemahan dari penataan ini adalah VPN akan mengetahui alamat IP Anda sesungguhnya, dan Anda tidak memiliki proteksi terhadap simpul keluar Tor yang jahat (situs web non SSL yang kita singgung di atas). Beberapa penyedia VPN (seperti NordVPN, Privatoria dan TorVPN menawarkan konfigurasi Tor-melalui-VPN. Itu bagus juga, tetapi tidak seaman kalau Anda menggunakan peramban Tor, yang enkripsi Tor-nya diterapkan dari ujung ke ujung.

Dalam VPN-melalui-Tor, hubungannya adalah komputer Anda > VPN > Tor > VPN > internet. Susunan ini, sekalipun lebih aman, mengharuskan Anda untuk mengonfigurasi VPN Anda untuk berfungsi dengan Tor, dan hanya ada 2 layanan yang kami ketahui mendukung konfigurasi ini, AirVPN dan BolehVPN. Keuntungan dari penataan ini sangat banyak. Pertama, penyedia VPN tidak mungkin untuk mengetahui alamat IP Anda sesungguhnya, tetapi melihat IP untuk simpul keluar Tor. Bila Anda berencana hingga sejauh ini, Anda sebaiknya membayar dengan Bitcoin via peramban Tor, yang berarti penyedia VPN sama sekali tidak tahu cara mengidentifikasi Anda, walaupun seandainya VPN ini menyimpan catatan. Keuntungan berikutnya adalah proteksi dari simpul keluar Tor yang jahat, berkenaan dengan fakta kalau data Anda dienkripsi oleh VPN. Ini juga memiliki efek tambahan yaitu menembus apa pun blokade pada simpul keluar Tor (sensor) seperti yang ada pada konfigurasi Tor-melalui-VPN.

Metode koneksi yang disebutkan belakangan untuk VPN dan Tor terkenal dengan keamanan yang lebih mantap, menyediakan anonimitas yang hampir-hampir sempurna. Bila Anda tidak menggunakan langkah untuk menjalankan VPN-melalui-Tor, Anda tetap bisa mencoba Tor-melalui-VPN dengan hanya menjalankan peramban Tor setelah koneksi VPN Anda sudah siap.

 

Bagaimana menggunakan Tor

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mulai menggunakan Tor adalah dengan mengunduh peramban Tor yang sesungguhnya merupakan versi modifikasi dari Firefox. Dari sini, Anda dapat mengambil langkah pencegahan dengan verifikasi keabsahan paket – ini akan memastikan kalau siapa saja yang memiliki musuh di luar sana yang mungkin mencoba memberikan mereka versi berbahaya, akan tetap mendapatkan versi yang benar.

Langkah berikutnya adalah dengan memasang peramban Tor. Peramban ini tidak dipasang sebagaimana program normal lainnya yang secara otomatis memasangnya dan menggunakan desktop Anda sebagai targetnya. Ini karena Tor merupakan perangkat lunak portabel yang tidak terintegrasi dengan Windows layaknya program normal lainnya, artinya Anda dapat menjalankan peramban ini dari mana saja, seperti drive USB. Bila Anda ingin mengubah lokasi pemasang dengan mengklik Browse (telusuri) dan memilihnya dengan jalan ini. Mulai dari sini, proses pemasangannya sama saja seperti yang lainnya.

Setelah peramban terpasang, sebuah folder yang bernama Tor Browser akan dibuat di mana pun sudah tetapkan targetnya. Di dalamnya, Anda akan melihat Start Tor Browser. Klik ini dan Anda akan diberikan pilihan apakah ya atau tidak Anda ingin langsung tersambungkan dengan Jaringan Tor, atau ingin lebih dahulu mengatur proxy. Umumnya, pilihan koneksi langsung sudah mencukupi. Bila Anda menggunakan metode VPN-melalui-Tor atau menggunakan proxy, atau jika Anda terkoneksi melalui jaringan yang termonitor, disensor atau dibatasi dengan cara apa pun, Anda terpaksa harus mengatur secara manual dengan pilihan yang kedua.

Setelah Anda berada dalam Peramban Tor, pastikan Anda sudah tersambungkan secara benar dengan mencoba menghubungi sebuah alamat IP untuk pengecekan seperti whatsmyip.org. Kalau ini bukan alamat IP Anda yang asli, berarti Anda sudah terhubung dengan benar!

Kalau Anda sudah masuk, Anda beberapa kiat yang kami sarankan untuk Anda ikuti:

  • Jangan mengunjungi situs web yang hanya HTTP, tetapi cuma situs yang menggunakan HTTPS. Tor hanyalah pengalih rute lalu lintas data dan mengenkripsi semua lalu lintas yang ada dalam jaringan Tor. Namun demikian, Tor ini tidak mengenkripsi lalu lintas data di luar jaringan Tor, membuat Anda tetap rentan setelah lalu lintas data Anda mencapai simpul keluar Tor sebab di sini tidak dienkripsi. Dengan dasar itu, Anda sebaiknya selalu menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung seperti SSL atau TLS, serta mengunjungi situs yang memakai HTTPS. Lebih bijak jika Anda mempertimbangkan untuk memakai pengaya HTTPS Everywhere.
  • Jangan menggunakan lalu lintas P2P dalam Tor. Tor tidak dibangun untuk berbagi berkas peer-to-peer (P2P) dan kemungkinan besar akan diblokir oleh banyak simpul keluar. Memakai lalu lintas P2P pada Tor memperlambat penjelajahan pengguna lain dan menjadi ancaman terhadap anonimitas online Anda sebab klien BitTorrent mengirimkan alamat IP Anda ke pelacak BitTorrent dan rekan online lainnya.
  • Selalu menghapus kuki – Anda dapat menggunakan program tambahan seperti Self-Destructing Cookies untuk menghapus kuki secara otomatis.
  • Jangan menggunakan email Anda yang asli – Sebagaimana diumpamakan oleh sebuah situs web, memakai email asli Anda saat menggunakan Tor ibarat “pergi ke pesta topeng tetapi memakai tanda pengenal nama pada kostum Anda.”
  • Jangan menggunakan Google– Google memiliki nama buruk dengan mengumpulkan informasi atas kebiasaan penjelajahan dan data pencarian penggunanya guna membantu menggelembungkan penghasilan iklannya. Sebagai gantinya, pakai mesin pencari seperti DuckDuckGo.

 

Pertimbangan Terakhir atas Tor

Privasi pribadi Personal menjadi semakin sukar untuk dielakkan oleh karena pemerintah, peretas dan bahkan Google kita tercinta telah menemukan cara yang lebih canggih untuk melacak dan menggerogoti kita. Tor, sungguhpun dengan kelemahan dan kerentanannya yang sudah diketahui, merupakan langkah yang lebih baik ke arah yang lebih anonimitas pada dunia internet. Namun, ini hanya sepotong saja dari seluruh teka-teki, dan tindakan kewaspadaan lain harus diambil bila Anda benar-benar ingin melindungi diri Anda. Anda harus berhati-hati dalam memutuskan bagaimana Anda bertingkah laku di internet.

Bila Anda benar-benar ingin melindungi diri Anda, pertimbangkan salah satu VPN di bawah untuk dipakai bersama-sama dengan peramban Tor.

Bermanfaatkah ini? Bagikan!
Bagikan di Facebook
0
Tweet ini
4
Bagikan bila Anda pikir Google tidak mengenal Anda dengan baik
0