Panduan Wisata Shanghai Gratis 2019

Beberapa wajah dunia di satu kota

Timur dan Barat bertemu di bentangan kota metropolis Shànghǎi tempat bangunan-bangunan kuno bertengger di balik bayang-bayang raksasa pencakar langitnya yang mengagumkan. Walaupun lampu kelap-kelip mendominasi jalanan kota Jembatan ini, berkelana atau lebih tepatnya jalan kaki merupakan mode transportasi terbaik baik di dalam Kota Tua dan wilayah bekas Konsesi Perancis. Arsitektur bergaya seni dekorasi futuristik berdesak-desakan dengan kapling lilong tradisional yang berdinding rendah, sementara jalan raya bekas Konsesi Perancis ini dinaungi deretan pepohonan yang membawa wisatawan ke atmosfer Eropa nan unik.

Arsitektur Shanghai

Pemandangan yang kontras dalam arsitektur tercermin di hampir semua aspek kota Shànghǎi, di mana Anda bisa tiba-tiba terlontar dari toko dengan kemewahan internasional ke toko obat tradisional berusia ratusan tahun; melahap semangkok Yan Du Xian, sop terkenal penduduk asli Shanghai, di sebuah pojok jalan, atau menikmati cita rasa perpaduan internasional paling mutakhir di suatu restoran termegah. Ini adalah sebuah kota yang kontras tempat berpadunya gaya-gaya berlawanan yang mencerminkan kekacauannya melintasi sejarah.

Terowongan ke masa depan – atau entah ke mana

Pada persoalan perjalanan yang membingungkan, salah satu atraksi yang paling aneh di dalam susunan kota ini adalah Jembatan di atas terowongan turis. Dibangun dengan alasan yang tidak jelas, atraksi yang ganjil ini merupakan daya tarik utama meskipun tidak menawarkan sama sekali pemandangan yang menarik. Penumpang naik ke pengalaman yang aneh ini memanjat ke dalam gerbong kereta inovatif yang sangat kecil ini dan memasuki terowongan sambil di bombardir dengan cahaya yang berkelap-kelip hingga suara latar belakang yang asing dan tidak menyenangkan diselingi intonasi dalam bahasa Inggris. Jarang-jarang ada orang mau kembali untuk kedua kalinya tetapi bukan hal aneh bagi pengunjung mengakhiri perjalanan mereka dengan agak kelewat terpesona, sedikit ketakutan dan benar-benar bingung.

Terowongan Jembatan Ketidakjelasan Arsitektur

Lebih memusatkan sekarang ini dan selanjutnya pada keanehan dari Shànghǎi daripada Jembatan dan butik-butiknya, arsitektur yang membingungkan sebagai produk antara perancang Inggris dan pengembang Cina menghasilkan sebuah bangunan mengerikan dengan keeksentrikan mirip karya meneer Eschera. Bangunan ini disebut “The Slaughterhouse” atau Rumah Jagal dan ini adalah bangunan satu-satunya yang tersisa dengan rancangan ini di dunia. Konstruksi istimewa ini dirancang untuk mengarahkan barisan ternak saat mereka mengarah ke penyembelihan. Jaring-jaring yang menghubungkan antara tangga, jembatan, dan gang-gangnya dihiasi dengan motif Seni Dekor dan semua jendela menghadap barat ke arah tanah surgawi agama Budha, dengan demikian memudahkan perjalanan ternak menuju reinkarnasi.

Pembelian Terakhir

Di seluruh Cina, orang-orang Shanghai dikenal sebagai 小资 (xiǎozī – ‘kapitalis kecil’) jadi tidak mengejutkan kalau peluang pusat perbelanjaan di dalam kota sangat luas, mencakup segala hal mulai dari Prada hingga mutiara. Sementara para pakar seni mungkin menghindar jauh dari jebakan turis di Pasar Mutiara Hongqiao, bagi banyak wisatawan, ini adalah pengalaman berbelanja sekali seumur hidup dan sangat menggenjot dengan harganya. Sama halnya dengan pengecapan teh, pembelian mutiara bukanlah sesuatu yang bisa Anda lakukan dalam beberapa menit saja dan itu memerlukan dedikasi yang tidak sedikit, melihat-lihat dan tawar-menawar untuk bisa mendapatkan mutiara asli yang sehebat kata mutiara. Ini bukan hanya arkadenya (lorong kedai/toko) dan toko-tokonya yang menawarkan terapi retail yang luar biasa – pasar yang tidak pernah tidur ini semarak dengan kehidupan, barang-barang tradisional dan desain baru gres.

Jendela Cina untuk dunia

Menurut sejarah, Shànghǎi sudah dikenal sebagai gerbang penghubung antara Timur dan Barat, serta berperan sebagai jendela Cina atas seluruh dunia. Namun, ini bukan berarti benar-benar ada jendela yang terbuka menghadap ke dunia Barat. Kebijakan internet Cina merupakan salah satu yang paling restriktif di dunia, mencegah akses ke banyak mesin pencari dan situs media sosial adalah di antaranya. Hal ini akan mempersulit para pelancong yang ingin berbagi pengalaman mereka pada Facebook atau mereka yang berharap pada Google untuk menemukan restoran terbaik dekat dengan akomodasi mereka. Untungnya, ada cara mengatasi pengisolasian keamanan ini. VPN, atau Jaringan Privat Virtual, mengamankan saluran yang lewat sana Anda dapat dengan bebas dan secara anonim menjelajah internet dan mendapatkan akses ke situs favorit Anda.

Selanjutnya, sama pentingnya dengan asuransi perjalanan, demikian juga memasang dan memanfaatkan VPN (Virtual Private Network) pada perangkat apa pun yang akan Anda pakai selama bepergian sebelum keberangkatan Anda. Jika Anda membiarkan instalasinya hingga pada kedatangan Anda di Shànghǎi, Anda akan menyadari banyak situs web VPN diblokir, membuat kegiatan mengunduh sulit.

Juga sangat penting untuk dicatat kalau tidak semua VPN sekarang ini mampu menerobos melewati Tembok Api Besar Cina. Astrill VPN pernah menyediakan layanan sangat bagus hingga pihak berkuasa di Cina meresponsnya dengan memasukkan upaya penjagaan tambahan, yang berdampak negatif pada efisiensi Astrill. VPN top untuk Cina saat ini adalah Express VPN, diikuti dengan ketat oleh NordVPN. Kedua-duanya dapat memberikan sarana penjelajahan aman. Dengan pilihan pembayaran bulanan yang tersedia, berarti meskipun Anda tidak menggunakan VPN di rumah, Anda dapat memasang salah satunya untuk petualangan Anda di Cina.

VPN terbaik untuk Shànghǎi

 

Semua teh di Cina

Setelah menggunakan VPN Anda untuk mengunggah foto-foto terbaru liburan Anda di Cina ke Facebook, Anda mungkin patut mendapatkan secangkir teh hangat dan tidak ada tempat lain di dunia lebih baik daripada di Kota Teh Tian Shan. Bangunan megah layaknya istana tiga lantai yang dipenuhi 150 pedagang mandiri menawarkan berbagai macam gaya dan rasa teh, meskipun kita tidak membicarakan tentang rasa es teh (lipton) atau buah-buahan! Teh di Cina laksana anggur di Perancis – setiap daunnya menghasilkan rasa dan ciri khas yang berbeda-beda, semua itu dapat dijelajahi di pasar Tian Shan. Sebuah meja dibuat khusus untuk mencicipi dipersiapkan bagi wisatawan untuk merasakan pernak-pernik proses pembuatan teh atau gongfu yang mencakup banyak kegiatan mencelupkan dan membilas dan pekerjaan dengan air lainnya, hingga sejumput kecil teh dihasilkan untuk Anda nikmati. Sangat mirip dengan ahli pengecap anggur, pakar pengecap teh akan mencium, mengaduk, menyesap dan bercakap sendiri. wine-tasters, the aficionado will smell, swirl, sip and soliloquize. Bagi peminum teh sejati, yang terhebat dari teh adalah “teh mulut” yang dibuat dari daun teh yang dipetik dengan mulut seorang perawan – ya, sungguhan! Legenda di balik kebiasaan ajaib ini adalah kalau daun, setelah dipetik dengan bibir peri perawan, akan melepaskan peri tersebut ke angkasa setelah air mendidih diseduh di atas daun teh tadi. Dipercaya teh ini memiliki keunikan aroma dan rasa, serta daya penyembuhan khusus.

Menggelindingkan kue dim sum

Dulunya pernah merasa agak dipermalukan oleh reputasinya karena para pelayan yang bermuka masam dan loyang-loyang timah berisi makanan tradisional, kini Shànghǎi menawarkan pengalaman gastronomi global. Dari makanan Perancis hingga franchise, alfresco (di luar rumah) hingga ala dente, kota ini menawarkan lebih dari sekadar dim sum (dumpling), meskipun masakan tradisional juga beraneka ragam dan serba lezat. Makanan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan sosial orang Cina dan ini tampak pada Yunnan Nan Lu, jalan makanan premium di kota ini, tempat Anda bisa mengecap makanan lokal, seperti xiaolongbao atau mungkin bakpao ya, sejenis dim sum dengan kulit tipis, diisi dengan daging dan sayuran.

Tidur dan bangun tidur

Beberapa akomodasi paling populer di Shànghǎi terletak di gedung pencakar langitnya yang tersohor, memberikan Anda pemandangan panorama dari atas kota nan indah. Sebagai alternatif, Anda bisa mencari tempat untuk tinggal di bekas wilayah konsesi Perancis ini di mana Anda dapat menemukan vila-vila orisinal dari masa awal tahun 1920-an. Jika Anda mencari tempat tinggal tradisional dan penuh dengan kemewahan, jangan jauh-jauh cari saja di Le Sun Chine yang telah dipugar kembali ke kecemerlangan seni dekornya yang lama sebagai penghargaan abadi pada budaya kacau-balau Shànghǎi’s di masa lalu. Jika Anda ingin merasakan lebih dalam cara hidup tradisional, Rumah Tua diisi dengan perabot rumah paling minimal dengan barang-barang bergaya tradisional, menjadikannya pengalaman unik dengan sedikit lebih baik karismanya dibandingkan dengan jaringan hotel yang tidak jelas.

Pencakar Langit

Namun demikian, jika Anda ingin lepas dari zona nyaman, Anda boleh mencoba scuba diving atau bungee jumping, tetapi jika Anda ingin melupakan zona nyaman Anda sebenarnya ada, Anda sebaiknya mengunjungi Shànghǎi. Tentu saja, dengan VPN yang dapat diandalkan, Anda tetap bisa mengakses zona aman Anda melalui sebuah saluran keamanan masuk ke dunia maya yang mungkin bisa membantu segala sesuatunya lebih dari kenyamanan belaka. Dengan budayanya yang saling bertentang, masakan yang bertebaran dan konstruksi yang kacau-balau, kemungkinan besar Anda akan meninggalkan Shànghǎi tanpa menyadari yang mana sisi atas, apalagi lewat mana untuk pergi. Jadi, pasang sabuk Anda, biarkan rambut Anda terurai jatuh, buang jauh-jauh prasangka kebudayaan Anda dan nikmati kesenangan di Shànghǎi!

Bermanfaatkah ini? Bagikan!
Tunggu! Nord menawarkan Potongan 70% untuk VPN-nya